Minggu, 07 Juli 2013

Tugas 3 - Pengalaman Pribadi - Depresi dan Cara Mengatasinya



PENGALAMAN PRIBADI
Selama masih di bangku SD, nilai pelajaran saya termasuk baik dan saya hampir selalu berada di peringkat 3 besar. Setelah lulus SD dengan nilai terbaik kedua, saya memutuskan untuk meneruskan di SMP Negeri 3, yang saat itu merupakan SMP favorit. Tetapi untuk bisa masuk SMP Negeri, ada tes yang harus diikuti.
Karena saya merasa pintar, saya jadi malas belajar. Sampai suatu ketika saya berucap kepada Ibu saya, saya pasti bisa masuk karena memang kuota  yang di tawarkan banyak dan saya merasa pintar sehingga pasti lulus ujian tersebut.
Setelah saya mengucapkan hal itu, dua hari kemudian saya merasakan tidak enak badan, padahal beberapa hari lagi ujian masuk SMP akan dilaksanakan. Setelah dibawa ke klinik terdekat, ternyata saya menderita gejala typus.
Akhirnya ujian pun tiba, saya terpaksa mengikuti ujian dengan keadaan yang masih sakit. Selama ujian saya tidak bisa konsentrasi, dan saya tidak bisa maksimal dalam mengerjakan ujian.
Saat Pengumuman Ujian Masuk SMP, saya dinyatakan tidak lulus untuk bisa masuk SMP favorit.


Hikmah
Dari pengalaman tersebut saya mendapatkan pelajaran bahwa kita tidak boleh takabur walaupun merasa bisa dalam mengerjakan berbagai hal. Karena kita masih memiliki Tuhan yang Maha Berkehendak. Semenjak peristiwa itu saya tidak berani lagi untuk berbicara sembarangan.

Minggu, 12 Mei 2013

Budaya, Kreativitas dan Inovasi

Pengertian dan Fungsi Budaya Organisasi


Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang.

Pengertian di atas menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang. Berikut adalah beberapa pengertian dari budaya organisasi:

Perubahan dan Perkembangan Organisasi


Perubahan dan Perkembangan Organisasi

S. Perubahan Dan Pengembangan Organisasi
Manajer senatiasa mengantisipasi perubahan-perubahan dalam lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu yang akan datang. Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat disebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal. Berbagai kekuatan eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan operasinya. Sedangkan perubahan dari faktor seperti tujuan, kebijakan manajer, sikap karyawan, strategi dan teknologi baru juga dapat merubah organisasi.
T. Cara Penanganan Perubahan
Cara menangani perubahan organisasi memerlukan pendekatan. Cara pertama adalah konsep perubahan reaktif dan yang kedua program perubahan yang direncanakan ( Planed Cange )
Pada cara pertama biayanya murah dan sederhana serta ditangani secara cepat, di mana manajer akan memberikan reaksi setelah masalah terjadi. Misalnya bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai perlindungan terhadap kebakaran mungkin manajer membeli alat-alat kebakaran.
Pendekatan yang kedua atau juga disebut proses produktif, thomas dan Bennis mendefinisikan perubahan yang direncanakan sebagai perencanaan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan secara sengaja. Pendekatan ini tepat bila keseluruhan atau sebagaian besar satuan organisasi menyiapkan diri untuk menyesuaikan dengan perubahan.

DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI


1. Dimensi struktur organisasi
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan. Ini artinya:
Mengorganisasi tugas dalam cara-cara yang paling efisien dan efektif agar tidak ada duplikasi pekerjaan. Mengkoordinasikan sejumlah aktivitas dari berbagai departemen dan unit untuk mencapai tujuan bersama. Mengalokasikan kedudukan dan orang agar ada jaminan kalau pekerjaan dapat diselesaikan . Menjelaskan kewenangan, peran, dan tanggung jawab.
Namun struktur dan desain organisasi tidak sekadar suatu sarana (means) untuk menjamin agar berbagai aktivitas dikelola dalam cara yang paling efisien. Struktur organisasi yang efektif juga akan membantu proses perencanaan, pembuatan keputusan, dan meminimalisir konflik diantara berbagai departemen dan fungsi akibat dari adanya ekspektasi kerja yang kadang tidak jelas.
Studi klasik dan manajemen keilmuan (scientific management) berfokus pada “one best way” untuk menata organisasi , teori kontingensi berargumen bahwa tidak ada satu struktur dan desain organisasi yang tepat untuk diterapkan bagi setiap – malahan manajer dituntut untuk tahu dengan jeli struktur mana yang “paling tepat”. Karenanya, manajer perlu memahami bagaimana menciptakan struktur dan desain organisasi sambil mempertimbangkan kemajuan teknologi, kekuatan individual, dan sebagainya. Untuk itu, mereka perlu menganalisa kondisi organisasi dan lingkungannya, menentukan desain terbaik, mengimplementasikan, secara kontinyu memonitor dan mengkaji struktur dan desain agar tetap efektif.